banner 728x250
Berita  

Terkait Pemeriksaan Itjend Terhadap Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor. Aktivis : Itu Berita Hoax

 

Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor, Dr. KH. Romdon MH

Bogor, Kabarpemuda.com – Adanya pemberitaan di salah satu media massa online, terkait pemeriksaan inspektorat jenderal (Itjend) Kementerian Agama, terhadap Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor, Dr. KH. Romdon MH mengenai dugaan pemotongan dana sertifikasi guru. Mendapat respon dari aktivis kemanusiaan sekaligus keagamaan Kabupaten Bogor, Moch. Nurul Nasruli.

banne

Menurutnya pemberitaan dugaan yang melibatkan Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor itu sama sekali tidak benar atau hoax. Dirinya meyakini jika Dr.KH. Romdon MH tidak terlibat dalam sengketa pemotongan dana tersebut.

“Itu saya pastikan tidak lah benar alias hoax. Pasalnya setiap tahun Kemenag Kabupaten Bogor pastinya akan dimintai laporan pertanggung jawaban oleh Itjend. Dan hal itu sudah biasa setiap tahun dan bukanlah hal yang harus dituduhkan,” ujar pria yang biasa disapa Buyung itu.

Buyung pun menyatakan, dirinya sangat mengenal sosok pribadi dari Dr. KH. Romdon MH yang saat ini menjabat sebagai Kasubag di Kemenag Kabupaten Bogor. “Saya kenal dengan baik Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor. Bahkan, kakak kandung saya yang merupakan guru agama, juga mendapatkan tunjangan sertifikasi tersebut. Dan saat saya tanyakan langsung ke kakak saya pun mengatakan jika berita itu tidak lah benar,” kata Buyung.

“Saya mengenal Dr KH. Rondon MH (Kasubag Kemenag Kabupaten Bogor) lahir bathin dan beliau orang nya jujur,” lanjutnya.

Dia menambahkan, Dr.KH.Romdon,M merupakan sosok Kiyai pejuang guru agama dan penyebar harmoni kedamaian di Kabupaten Bogor melalui Istighosah dan pembacaan Asma Yaa Wadud.

Kiyai yang sering di sapa kang Doni ini, merupakan wakil Rois PWNU Jawa Barat dan pernah menjabat ketua PCNU kabupaten bogor 2 periode dan Hari ini beliau juga di lantik menjadi Dewan Pembina Jaringan Santri dan kiyai di Jawa Barat.

“Perannya dalam membangun kabupaten bogor sangat terasa dikalangan santri dan guru guru madrasah, pesantren, dan guru Agama Pada TK, SD, SMP, SMA,”pungkasnya.

banne

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *