
Bogor, Kabarpemuda.com – Sikap tegas penolakan terhadap Musda KNPI Kabupaten Bogor yang berlangsung di Villa Loji Nenek Cigombong, juga dilontarkan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Bogor.
Ketua Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kabupaten Bogor, Heni Suheni menolak pelaksanaan Musda yang diinisiasi oleh pihak yang mengklaim dirinya sebagai Caretaker tersebut. Menurutnya, Musda yang dilaksanakan tersebut banyak kekurangan serta kejanggalan.
“Kami dari Nasyiatul Aisyiyah menolak Musda KNPI versi ‘caretaker’ Isanudin itu. Apalagi jika memang pelaksanaannya itu tidak sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku,” tutur Heni.
Dia pun dengan tegas, menyatakan OKP nya hanya mengakui kepengurusan KNPI Kabupaten Bogor dibawah kepemimpinan Wahyudi Chaniago.
“Sudah jelas. Kami hanya mengakui dan bersama KNPI Kabupaten Bogor yang diketuai Wahyudi Chaniago saat ini. Dan tidak mengakui KNPI versi lain seperti yang saat ini terjadi,” tegasnya.
Hal senada juga dilontarkan Pengurus PDPM Kabupaten Bogor, Fahreza Anwar. Pria yang biasa dipanggil bung Eza itu mengatakan, Musda KNPI yang saat ini berlangsung, tidak merepresentasikan kepentingan OKP yang berhimpun di DPD KNPI Kabupaten Bogor.
“Sudah jelas, kami hanya mengakui bung Wahyudi Chaniago sebagai Ketum DPD KNPI Kabupaten Bogor saat ini. Dan kami mengecam keras apabila ada oknum yang mengatasnamakan kader Muhamadiyah khususnya PDPM Kabupaten Bogor hadir di Musda KNPI tersebut,” kecam Eza.
Ketua Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM) Kabupaten Bogor, Ipan Supanji juga mengatakan pernyataan yang tidak jauh berbeda. Dirinya menilai bahwa agenda musda KNPI versi ‘caretaker’ Isanudin adalah langkah provokatif dan disruptif yang dengan jelas bertujuan untuk merusak solidaritas dan kondusifitas OKP di Kabupaten Bogor.
“Dengan ini saya mengajak kepada seluruh OKP dibawah naungan DPD KNPI Kabupaten Bogor untuk tetap bersatu dan mempertahankan apa yang telah kita bangun bersama,” ucap Ipan Supanji.
Sebelumnya, Ketua PDPM Kabupaten Bogor, Muhammad Namin menanggapi adanya polemik yang mencoba melakukan manuver terhadap kepengurusan sah DPD KNPI Kabupaten Bogor, dengan mengatasnamakan caretaker dengan identitas oknum yang juga tidak jelas.
Dirinya menyatakan, agar seluruh rekan-rekan pemuda, baik yang berada secara langsung di dalam struktur kepengurusan KNPI Kabupaten Bogor, maupun rekan-rekan pemuda lainnya yang berada pada lintas OKP Kepemudaan se-Kabupaten Bogor, untuk tidak mudah terjebak pada narasi-narasi liar, yang belum jelas arah gerakannya.
“Serta memberi jeda untuk benar-benar melihat peta permasalahan secara lebih utuh. Hal ini perlu dilakukan agar marwah Kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Bogor tidak bisa dirusak oleh oknum manapun,” nilai Muhammad Namin.
Namin panggilan akrabnya mengatakan, seluruh pihak harus tetap menjaga fokus pelaksanaan berbagai bentuk program yang sudah diagendakan. Selain itu, hasil musyawarah yang diklaim menjadi mandatori untuk melakukan caretaker tersebut tidak sesuai mekanisme yang ada dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya bersama seluruh jajaran pengurus PDPM Kabupaten Bogor, berpegang teguh pada hasil keputusan sah dengan komposisi KNPI Kabupaten Bogor diketuai Bung Wahyudi Chaniago, dengan Sekretaris Bung Faris dan Bendahara yakni Bung Fadli, serta seluruh jajaran pengurus yang telah sah ditetapkan,” pungkasnya.






