Bogor, Kabarpemuda.com – Menjadi salah satu pintu masuk menuju Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat dari Provinsi Banten membuat Kecamatan Tenjo menjadi wilayah yang dibidik sebagai pengembangan infrastruktur dan properti yang cukup representatif.
Hal itulah yang menjadikan Pokja KNPI Kecamatan Tenjo mengadakan Pelatihan Leadership 5.0 bertema ‘Kepemimpinan Pemuda Tenjo Ditengah Transformasi Wilayah’, yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tenjo, Sabtu (26/7/2025).
Dari 9 desa yang ada di Kecamatan Tenjo, sebagian besar didominasi oleh kaum muda dan pelajar yang berada di wilayah tersebut. Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago yang turut hadir di kegiatan tersebut mengatakan, dengan adanya pelatihan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemuda dan pemerintah wilayah.
“Anak-anak muda di Kecamatan Tenjo dapat membangun kepercayaan dengan pemerintah Kecamatan Tenjo karena begitu banyak potensi,” ujar Wahyudi.
Ia juga mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan di tengah pesatnya transformasi wilayah.
“Jadilah agen perubahan yang dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan, karena perkembangan di Kecamatan Tenjo cukup luar biasa,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Wahyudi juga mengingatkan pentingnya menjaga jati diri lokal. “Dalam proses pembangunan dan perubahan, jangan sampai pemuda Kecamatan Tenjo menghilangkan kultur wilayah yang menjadi identitas dan kekuatan sosial,” pesannya.
Hal tidak jauh berbeda juga disampaikan Ketua Pokja KNPI Kabupaten Bogor, M. Yusuf Kiat. Menurut pria yang akrabnya disapa bung Jendral Bogor itu, adanya pembangunan di wilayah Tenjo juga harus diimbangi dengan peran aktif pemuda dalam pengembangan potensi di wilayah.
“Dalam artian, pemuda di kecamatan hari ini harus menjadi raja di wilayahnya sendiri. Sudah bukan saatnya lagi, kita menjadi penonton di kecamatan sendiri, khususnya di Tenjo,” tegasnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen KNPI untuk membangun generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Melalui pendekatan Leadership 5.0, para pemuda didorong tidak hanya menjadi pengikut perubahan, tetapi juga pemimpin masa depan yang visioner, inklusif, dan berdaya saing.






