Bogor, Kabarpemuda.com – Pelatihan Administrasi Pertanahan yang diadakan DPD KNPI Kabupaten Bogor memasuki titik kelima yang berlangsung di Aula Kecamatan Megamendung, yang diikuti ratusan perangkat desa dari 8 kecamatan yang ada di wilayah selatan, Kamis (31/10/2025).
Kedelapan kecamatan tersebut meliputi Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, Tamansari, Cijeruk, dan Ciomas.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyu Chaniago, S.H., menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen KNPI dalam meningkatkan kapasitas perangkat desa.
“Kami ingin KNPI hadir tidak hanya di ruang diskusi, tapi juga di ruang pengabdian. Pelatihan ini adalah bentuk nyata dukungan KNPI terhadap program pemerintah dalam menciptakan tata kelola pertanahan yang tertib dan berpihak kepada masyarakat,” kata Wahyu.
Senada dengan Wahyu, Ketua Panitia Pelaksana, Fahreza Anwar, menyoroti pentingnya peningkatan pemahaman administrasi pertanahan bagi perangkat desa.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perangkat desa dalam pengelolaan data dan administrasi pertanahan yang tertib dan transparan,” ucap Fahreza.
Ditempat yang sama, salah satu pemateri pelatihan, Januar Ari dari Kementerian ATR/BPN Bogor I mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya dengan adanya pelatihan tersebut, sangat baik dan bagus karena menjadi salah satu dari keinginan masyarakat khususnya perangkat desa.
“Karena dengan begitu, perangkat desa bisa memahami fungsi dan tugas mereka dalam melakukan pendataan administrasi pertanahan di masing-masing desa. Sekaligus juga dapat menghindari terjadinya sengketa lahan, yang selama ini kerap terjadi,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Megamendung, Ridwan, S.Sos., menekankan peran krusial perangkat desa dalam menjaga ketertiban administrasi pertanahan.
“Sebagai aparatur wilayah, kita memiliki tanggung jawab moral sekaligus kewajiban untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pertanahan,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, pelatihan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian integral dari upaya menjaga ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungan.
Ridwan juga membagikan tiga kunci sukses dalam bekerja, yaitu keberanian berinovasi, profesionalisme, dan kolaborasi lintas sektor. Ia mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat akan fungsi lahan pertanian, terutama di kawasan Puncak yang rentan alih fungsi lahan.
“Jangan sampai lahan pertanian dianggap tidak produktif. Justru dari sektor inilah kita bisa menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga,” tukas Ridwan.






