banner 728x250

Korps Alumni KNPI Kabupaten Bogor Hanya Akui Kepemimpinan Wahyudi Chaniago

Bogor – Polemik adanya Musda KNPI Kabupaten Bogor versi ‘caretaker’ Isanudin yang rumornya berlangsung di Villa Loji Nenek Cigombong, Minggu (23/11/2025) hari ini. Tidak hanya mendapat respon penolakan dari mayoritas OKP yang berhimpun di DPD KNPI Kabupaten Bogor, namun juga menjadi perhatian khusus Korps Alumni KNPI Kabupaten Bogor.

banne

Para mantan ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor dari beberapa periode kepengurusan menilai, adanya Musda tersebut tidak hanya membuat gaduh dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Namun juga, berpotensi memecah belah elemen kepemudaan yang saat ini telah terjalin serta bersinergi dengan baik bersama KNPI.

Agus Ridhollah salah satu mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor menyayangkan adanya Musda KNPI versi ‘caretaker’ itu. Menurutnya, baik dirinya maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hanya mengetahui kepengurusan KNPI dibawah kepemimpinan Wahyudi Chaniago.

“Saya sudah mendengar terkait itu (Musda versi ‘caretaker’). Saya menilai, semestinya hal tersebut tidak perlu dilakukan oleh mereka, karena hanya menimbulkan kegaduhan saja di kalangan pemuda Kabupaten Bogor,” tutur Agus Ridho.

Dia mengatakan, Korps Alumni KNPI Kabupaten Bogor sendiri pun hanya mengakui DPD KNPI Kabupaten Bogor kepengurusan Wahyudi Chaniago masa jabat 2024-2027. Apalagi, sebagian besar OKP ungkapnya juga berada berdampingan dengan Wahyudi Chaniago.

“Bisa kita lihat sama-sama mana yang memang mendapatkan dukungan dari OKP dan PK (Pengurus Kecamatan) dan mana yang tidak. Dari situ saja, sudah jelas bahwa KNPI versi Wahyudi Chaniago yang diakui seluruh elemen kepemudaan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan, mantan Ketua KNPI Kabupaten Bogor lainnya, Farid Ma’ruf. Pria yang menjabat di periode 2010-2012 menyikapi jika kepemimpinan Wahyudi pada DPD KNPI Kabupaten Bogor telah memenuhi seluruh prosedur dan ketentuan yang berlaku, sampai masa yang telah ditentukan. Oleh karena itu, segala bentuk Musda tandingan atau upaya yang bertujuan memecah belah organisasi KNPI Kabupaten Bogor adalah tidak sah dan bertentangan dengan semangat persatuan pemuda.

“Apalagi, sinergitas yang dibangun KNPI kepengurusan Wahyudi Chaniago baik dengan pemerintah daerah, elemen masyarakat dan juga kepemudaan sudah berjalan dengan baik. Jadi, tidak perlulah membuat ricuh di Kabupaten Bogor ini khususnya KNPI,” pesannya.

Pernyataan serupa juga dilontarkan, M. Burhani yang pernah menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor periode 2015-2018. Burhani sapaan karibnya secara diplomatis menekankan, seluruh pihak untuk bisa meredam egosentris masing-masing.

“Karena, KNPI Kabupaten Bogor saat ini yang dipimpin Wahyudi Chaniago juga sudah berjalan dengan baik. Apalagi, dari pantauan yang terlihat banyak kegiatan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor khususnya elemen kepemudaan,” tekannya.

“Jadi, tidak perlu lagi ada KNPI lain selain yang saat ini dipimpin Wahyudi Chaniago,” lanjutnya.

Ditempat terpisah, Ketua KNPI Kabupaten Bogor periode 2019-2022, Fikri Ikhsani pun dengan tegas menyatakan dirinya hanya mengakui kepengurusan KNPI versi Wahyudi Chaniago.

“Tidak ada KNPI Kabupaten Bogor lain. Hanya ada KNPI yang dipimpin Wahyudi Chaniago,” tegas Ketua MPI Kabupaten Bogor itu.

Terakhir, Yudi Hartono yang merupakan Ketua KNPI Kabupaten Bogor periode 2012-2014 menilai penyelenggaraan Musda yang dilakukan oleh oknum tersebut, tidak hanya merusak citra KNPI itu sendiri, melainkan menurunkan semangat kepemudaan yang tengah terjalin di antara organisasi kepemudaan di Kabupaten Bogor.

“Sekali lagi kami nyatakan, Wahyudi Chaniago di kepemimpinannya ini sudah banyak menghasilkan kegiatan kegiatan organisasi kepemudaan yang memiliki dampak baik terhadap indeks pengembangan kualitas kepemudaan di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

banne

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *