Bogor, Kabarpemuda.com – Wilayah VI menjadi lokasi terakhir kegiatan Pelatihan Administrasi Pertanahan yang digagas DPD KNPI Kabupaten Bogor berlangsung di Gedung Sekretariat PGRI Kecamatan Parung, yang diikuti 59 desa dan 2 kelurahan dari 7 kecamatan yang ada di wilayah tersebut, Jumat (31/10/2025).
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago mengungkapkan, pelatihan yang digagas wadah organisasi kepemudaan yang dipimpinnya itu, dari enam (6) wilayah di Kabupaten Bogor berjalan sukses dan juga lancar.
“Alhamdulillah, pelatihan administrasi pertanahan ini berjalan dengan sukses di semua wilayah yang kami sambangi. Dan memang, kegiatan pelatihan ini sangat penting diikuti oleh seluruh perangkat desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bogor,” ungkap Wahyudi.
“Mengapa kegiatan pelatihan ini dianggap penting? Hal itu, dikarenakan masih banyaknya permasalahan terkait pertanahan yang terjadi di Kabupaten Bogor, khususnya mengenai sengketa lahan. Sehingga, dengan mengikuti kegiatan ini perangkat desa dan kelurahan yang menjadi peserta bisa memahami tentang tata kelola administrasi pertanahan dengan baik,” sambungnya.
Wahyudi menambahkan, sebagai mitra strategis dari pemerintah daerah, DPD KNPI Kabupaten Bogor mengambil peran dalam membantu pemerintah dalam hal pembangunan.
“Inilah bukti nyata dari kami sebagai elemen pemuda dalam hal peran aktif pembangunan di Kabupaten Bogor. Dan keberadaan KNPI selain untuk kepemudaan juga bisa bermanfaat untuk elemen masyarakat yang lainnya,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Camat Parung, Adhi Nugraha mengapresiasi kegiatan pelatihan yang diadakan oleh KNPI Kabupaten Bogor. Karena bisa memberikan pelatihan mengenai bagaimana pengelolaan administrasi pertanahan secara tertib dan terkelola dengan baik.
“Apalagi dalam kegiatan pelatihan ini KNPI Kabupaten Bogor mendatangkan narasumber dan pemateri dari Kementerian ATR/BPN yang memang ahli di bidang pertahanan. Jadi, para peserta bisa mengajukan pertanyaan mengenai persoalan pertanahan kepada pemateri,” ujar Camat.
“Jadi, untuk para peserta saya harapkan bisa mengikuti pelatihan secara serius. Sehingga, dalam implementasi pengelolaan administrasi pertanahan di desanya masing-masing bisa membantu masyarakat secara baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Fahreza Anwar mengungkapkan, sangat bersyukur kegiatan pelatihan yang digagas oleh pihaknya bisa berjalan lancar dan sukses di enam wilayah yang ada di Kabupaten Bogor. Dia berharap peran pemerintah dalam menjelaskan proses pelaksanaan tertib administrasi pertanahan di desa bisa maksimal, setelah mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami bersyukur kegiatan pelatihan ini bisa berjalan sukses dan lancar. Apalagi, peserta pelatihan yang memang dari unsur perangkat desa dan kelurahan sangat antusias menjalani pelatihan pendataan administrasi pertanahan ini,” ungkap Fahreza.
Dia pun berupaya agar kegiatan pelatihan serupa akan bisa dilaksanakan kembali di tahun-tahun berikutnya oleh DPD KNPI Kabupaten Bogor. Untuk menciptakan sistem administrasi pertanahan yang tertib, perlu dibentuk Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur alur koordinasi antara BPN, Pemerintah Kabupaten Bogor, kecamatan, dan desa dilingkup Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Mudah-mudahan kegiatan pelatihan seperti ini bisa kami laksanakan kembali di tahun depan, dan saya harapkan agar unsur kepala desa dan lurah yang akan menjadi peserta pelatihan. Agar peran pemerintah khususnya di tingkat desa dan kelurahan, bisa melaksanakan proses pelaksanaan tertib administrasi pertanahan secara maksimal,” tutupnya.






