Bogor, Kabarpemuda.com— Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di wilayah Cigombong. GPN menilai kegiatan tersebut tidak sesuai prosedur organisasi dan tidak mencerminkan mekanisme resmi yang telah ditetapkan.
Dalam pernyataan resminya, Ghilman Hanif selalu ketua umum GPN menegaskan, bahwa kegiatan yang berlangsung di Cigombong tidak memiliki legitimasi organisasi.
“Musda yang digelar di Cigombong bukan bagian dari agenda resmi GPN. Kami menolak seluruh keputusan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut,” ujar Ghilman Hanif.
GPN juga menekankan bahwa struktur organisasi yang sah tetap berada di bawah kepemimpinan Wahyudi Chaniago. Mereka menilai Wahyudi telah menjalankan roda organisasi secara konsisten, sesuai aturan dan AD/ART yang berlaku. Hal itu pun diutarakan Sekretaris GPN Kabupaten Bogor, Alwi Asparin
“Kepemimpinan Wahyudi Chaniago masih menjadi satu-satunya yang kami akui. Beliau telah menunjukkan komitmen dalam membangun konsolidasi dan menjaga marwah organisasi. Segala aktivitas yang mengatasnamakan GPN di luar ketentuan resmi tidak kami benarkan,” lanjut Alwi Asparin Sekretaris GPN.
Alwi asparin juga menyerukan kepada seluruh kader agar tetap solid, tidak terprovokasi oleh kegiatan yang dinilai tidak sah, serta berkomitmen menjaga persatuan organisasi. Mereka juga meminta agar seluruh agenda resmi organisasi kembali diselaraskan melalui mekanisme internal yang telah diatur.
Dengan rilis ini, GPN menutup polemik terkait Musda dan menegaskan bahwa setiap agenda organisasi harus dilaksanakan secara transparan, terstruktur, dan di bawah kepemimpinan yang diakui.






