banner 728x250

Gelar Musyda ke-8, Pemuda Muhammadiyah Siap Sinergi Wujudkan Kabupaten Bogor Istimewa

Bogor, Kabarpemuda.com- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kab. Bogor menggelar Musyawarah Daerah ke-8 (Musyda VIII) pada Sabtu (3/2/2025) kemarin, bertempat di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat yang beralamat di Jalan Raya Parung. Dengan mengangkat tema “Pemuda Negarawan, Sinergi Mewujudkan Kabupaten Bogor Istimewa” Musyda VIII berjalan khidmat dan lancar.

banne

Ketua PDPM Kabupaten Bogor, M. Jatnika Pamungkas menyampaikan dalam sambutan pembukaan Musyda, bahwa dirinya merasa bahagia karena akan segera menuntaskan amanahnya.

“Saya cukup berhagia, diakhir masa jabatan menjelang purna tugas, Musyda dapat terlaksana dengan baik, disertai dengan banyaknya calon formatur yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan PDPM Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Hadir dalam pembukaan Musyda, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat Inding Usup Supriyatna, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab. Bogor Djoni Gunanto, Ketua DPD KNPI Kab. Bogor Wahyudi Chaniago, Muspika Parung, Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah tingkat Kabupaten Bogor, organisasi kepemudaan (OKP) tingkat Kabupaten Bogor, Komisioner Bawaslu Irvan Firmansyah, para Ketua PDPM Kab. Bogor dari masa ke masa, peserta Musyda yang terdiri dari Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Bogor.

Ditempat yang sama, Inding Ketua PWPM Jabar mengajak kepada peserta agar menjadi Musyda ini sebagai ajang silaturrahmi, menyusun gagasan dan program ke depan, menyatukan rasa dan pandangan untuk kemajuan Pemuda Muhammadiyah ke depannya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Wahyudi Chaniago, mengapresiasi peran aktif Pemuda Muhammadiyah dalam memajukan pemuda di Kabupaten Bogor dengan berbagai program dan kegiatan positif dan bermanfaat. Ia juga menilai bahwa Pemuda Muhammadiyah selalu siap menjadi mitra kerja sama bersinergi untuk Kabupaten Bogor Istimewa.

Djoni Gunanto selalu Wakil Ketua PDM memberi amanat sekaligus membuka acara. Ia menegaskan agar permusyawaratan berjalan dengan baik, lancar, khidmat dan mengedepankan nilai-nilai dakwah yang sesuai dengan kepribadian Muhammadiyah.

“Kepemimpinan di Ortom ini harus mampu memberi ruang dan kesempatan yang sama bagi semua kader, tidak hanya dipegang oleh orang-orang itu saja, tetapi harus menyebar,” ungkapnya.

Ia juga menekankan, bahwa kepemimpinan itu sifatnya sementara. Dan untuk yang tidak terpilih menjadi formatur dalam Musyda kali ini harus memiliki prinsip ikhlas dan lapang dada.

banne

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *