Bogor, Kabarpemuda.com – Pelatihan Pendataan Administrasi Pertanahan sesi ketiga yang diadakan DPD KNPI Kabupaten Bogor di wilayah barat, kembali mendapatkan respon positif dari seluruh peserta yang merupakan perangkat desa dari 5 kecamatan meliputi Dramaga, Cibungbulang, Pamijahan, Tenjolaya dan Ciampea.
Sekretaris Desa Cibadak Kecamatan Ciampea, Maria Ulfah mengutarakan, adanya pelatihan pendataan administrasi pertanahan ini memberikan pengalaman baru bagi peserta pelatihan. Sehingga, bisa memahami mengenai tata kelola administrasi pertanahan yang ada di desa mereka.
“Alhamdulillah, dengan adanya pelatihan yang diadakan KNPI Kabupaten Bogor ini, kami di desa selain mendapatkan ilmu juga jadi lebih mengetahui bagaimana cara menata administrasi pertanahan di desa,” tuturnya.
“Tentunya dengan adanya kegiatan pelatihan ini, kedepannya kami bisa meminimalisir terjadinya sengketa lahan di daerah kami,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Zulfie, peserta pelatihan dari Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang. Dirinya menyampaikan, banyak permasalahan terkait sengketa lahan tanah yang bisa didiskusikan dengan pemateri pada pelatihan tersebut. Sehingga, para peserta sedikit terbantu dalam penyelesaian permasalahan pertanahan.
“Pelatihan ini sangat membantu. Apalagi jika ada desa yang memiliki permasalahan sengketa lahan, mendapatkan pencerahan solusi yang diberikan oleh pemateri melalui tanya jawab,” katanya.
Dirinya pun berharap, kegiatan pelatihan ini tidak hanya sekali dilaksanakan baik itu oleh KNPI maupun Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Saya sih sangat berharap akan ada pelatihan serupa yang dilaksanakan oleh stakeholder seperti yang sudah digelar DPD KNPI Kabupaten Bogor ini,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Pendataan Administrasi Pertanahan DPD KNPI Kabupaten Bogor, Fahreza Anwar menjelaskan, pelaksanaan kali ini adalah titik ketiga yang pihaknya gelar.
“Kali ini kita melaksanakan pelatihan administrasi pertanahan untuk perangkat desa di titik ke-3 yaitu di daerah pemilihan (Dapil) IV yang meliputi lima kecamatan,” jelasnya.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar, dan mendapatkan antusias yang luar biasa tidak kalah dari titik sebelumnya dengan kurang lebih dihadiri 90% desa yang ada di dapil IV,” sambung Fahreza.
Fahreza menambahkan, presentasi kehadiran peserta pelatihan tersebut berdasarkan data yang pihaknya kumpulkan. Dimana ada 58 dari 60 desa di lima kecamatan yang mengirimkan delegasinya untuk menjadi peserta pelatihan.






