Cibinong, Kabarpemuda.com– Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas melalui ajang Kabogorfest 2026 yang digelar di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong. Kegiatan yang berlangsung pada 29 Mei hingga 14 Juni 2026 ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Mengusung tema “Bergerak Serempak, Nyata Berdampak, untuk Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang,” Kabogorfest tidak hanya menghadirkan hiburan dan pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi etalase bagi produk-produk unggulan lokal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.
Beragam produk ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif. Kehadiran ratusan UMKM diharapkan mampu mendorong peningkatan transaksi ekonomi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Bupati Bogor Rudy Susmanto yang membuka secara resmi Kabogorfest 2026 menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.
“Melalui Kabogorfest, kita ingin menampilkan berbagai potensi terbaik Kabupaten Bogor kepada masyarakat luas, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” ujar Rudy.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari peran UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menghadirkan ruang promosi dan kolaborasi yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, mengapresiasi penyelenggaraan Kabogorfest 2026 yang dinilai mampu menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat sekaligus sarana promosi potensi daerah.
Menurut Wahyudi, kegiatan semacam ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan. Ia juga menilai ruang partisipasi bagi komunitas seni dan budaya perlu terus diperluas agar mampu menjadi bagian dari penguatan identitas daerah.
“Kabogorfest bukan hanya menjadi ajang pameran produk lokal, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda. Kami berharap semakin banyak pemuda Kabupaten Bogor yang terlibat aktif dalam sektor UMKM dan ekonomi kreatif sehingga mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing daerah,” kata Wahyudi.
Ia menambahkan, kehadiran komunitas seni dan budaya dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kabupaten Bogor.
“Pelibatan komunitas seni harus terus diperkuat. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengisi acara, tetapi juga sebagai bagian dari pelaku ekonomi kreatif yang mampu mengangkat budaya lokal dan memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan event daerah seperti Kabogorfest,” ujarnya.
Wahyudi menegaskan, KNPI Kabupaten Bogor siap mendukung program-program pemerintah daerah yang berorientasi pada penguatan kapasitas pemuda, khususnya dalam bidang kewirausahaan, digitalisasi usaha, serta pengembangan ekonomi kreatif dan seni budaya.
“Semangat Hari Jadi Bogor ke-544 harus menjadi energi bersama untuk membangun daerah. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai pelaku dan penggerak pembangunan, termasuk dalam memperkuat sektor UMKM yang menjadi fondasi ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Selain pameran UMKM, Kabogorfest 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, hiburan keluarga, dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan masyarakat. Konsep tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli terhadap produk lokal.
Melalui Kabogorfest, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya menjadikan peringatan Hari Jadi Bogor bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, mendorong inovasi, dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.






