
Bogor, Kabarpemuda.com – Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Wahyudi Chaniago menekankan bahwa para Ketua KNPI Kecamatan harus mampu menunjukkan kemampuan lebih dibanding pemuda lainnya, tidak boleh terlihat tidak berdaya hanya karena memiliki seragam yang menarik namun tidak memiliki SDM di bawahnya.
“Jangan sampai kita terlihat tidak berdaya – bajunya keren, sering posting di Instagram, tapi ketika ditanya di mana SDM-nya, tidak bisa menjawab. Tolong jangan sampai terjadi hal seperti itu,” tegas Wahyudi dalam arahannya kepada para Ketua DPK KNPI terpilih.
Wahyudi pun menjelaskan bahwa menjadi Ketua KNPI Kecamatan berarti dianggap mampu dan hebat, sehingga harus bisa menjadi contoh serta penjembatan bagi pemuda di wilayahnya untuk dinaikkan levelnya hingga tingkat kabupaten, salah satunya melalui pelatihan.
“Mulai sekarang, segera lakukan pendataan agar kita tahu siapa saja pemuda yang bisa kita bina dan kirim untuk pelatihan,” ujarnya.
Selain itu, Wahyudi menyampaikan kesepakatan yang telah dibuat bersama Ketua Karang Taruna atas perintah Bupati Bogor terkait larangan jabatan rangkap.
“Yang sudah ada di KNPI tidak boleh menjadi pengurus Karang Taruna, dan sebaliknya yang ada di Karang Taruna tidak boleh ada di KNPI. Bagi yang sebelumnya ada di Karang Taruna dan ingin bergabung dengan KNPI, wajib membuat surat pengunduran diri dan menyampaikannya ke kami,” jelasnya.
Keputusan ini dibuat agar pembinaan kedua organisasi kepemudaan tersebut bisa berjalan dengan jelas, karena masing-masing memiliki cara dan gaya kerja yang berbeda.
“Meskipun demikian, anggota tetap boleh mengikuti kegiatan desa dari kedua organisasi. Bahkan ada wacana untuk kongres mendatang terkait pembentukan KNPI tingkat desa,” tambahnya.
Wahyudi mengimbau para Ketua DPK untuk serius membuat ranting KNPI hingga ke tingkat desa, mengingat kemungkinan hal tersebut akan diusulkan sebagai bagian dari perubahan struktur organisasi kedepannya.






