
Bogor, Kabarpemuda.com – Angkatan Muda Syarikat Islam (SI) Kabupaten Bogor menyatakan sikap tegas menolak dan menganggap upaya tersebut sebagai langkah provokatif yang merusak persatuan pemuda.
Pernyataan penolakan ini disampaikan oleh para pimpinan Organisasi Serumpun SI, yaitu Yoga Triana Anshari (Ketua SESMI), Nurfalah Zahir (Ketua PERISAI), Rafiq Al-Rasyid Sekjen SEPMI, dan Imam Eriansyah (Ketua SEMMI), yang secara kolektif menegaskan dukungan penuh mereka terhadap kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Bogor yang sah di bawah Ketua Wahyudi Chaniago.
Penegasan Sikap Angkatan Muda Syarikat Islam, Yoga Triana Anshari, Ketua Serikat Ekonomi Syarikat Islam (SESMI) Kabupaten Bogor menegaskan bahwa KNPI Kabupaten Bogor harus dihormati sebagai rumah besar yang sah dan legitimate, bukan sebagai lahan konflik.
“Kami dari SESMI melihat perpecahan hanya akan menghambat laju pembangunan pemuda dan ekonomi di Kabupaten Bogor. KNPI yang sah telah dipimpin oleh Bung Wahyudi Chaniago, dan kepemimpinan ini diakui hingga ke tingkat pusat (Bung Ryano Panjaitan). Kami menolak keras Musda ilegal mana pun yang hanya akan menciptakan disrupsi. Fokus kami adalah sinergi, bukan sirkus politik kepemudaan,” tegas Yoga.
Senada, Nurfalah Zahir Ketua Pertahanan Ideologi Bangsa Indonesia (PERISAI SI) Kabupaten Bogor, mempertanyakan motivasi di balik penyelenggaraan Musda tandingan tersebut.
“Ini bukan lagi soal dinamika, ini adalah penyakit laten yang mencoba diimpor ke Kabupaten Bogor! Kami tegaskan, PERISAI memandang bahwa upaya Musda versi caretaker ini adalah tindakan provokatif yang cengeng dan tidak beradab dalam berorganisasi. Siapa pun yang mencoba merusak rumah besar pemuda, yang mencoba mengadu domba OKP-OKP yang selama ini rukun, kami anggap sebagai musuh bersama pemuda di Kabupaten Bogor. Kami menyerukan kepada seluruh OKP untuk bersikap ksatria dan menolak mentah-mentah ajakan perpecahan ini. Kami akan berjuang di garda terdepan menjaga keabsahan KNPI Bung Wahyudi Chaniago!” beber Nurfalah.
Sementara Sekretaris Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) Kabupaten Bogor Rafiq Al Rasyid menyoroti dampak buruk dari dualisme terhadap program kerja kepemudaan.
“Sebagai perwakilan pelajar dan mahasiswa, kami sangat menyayangkan jika waktu dan energi pemuda harus terkuras untuk mengurus dualisme yang tidak perlu. Kami menuntut agar pihak-pihak yang mencoba mengadakan Musda tandingan segera menghentikan aktivitasnya. SEPMI hanya mengakui satu KNPI, dan kami akan memastikan setiap kader kami tidak terlibat dalam agenda yang tidak sah dan cacat prosedur,” ujar Rafiq.
Di tempat yang sama, Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Bogor Imam mengajak semua pihak kembali berpegang pada AD/ART dan legalitas organisasi.
“Musda KNPI versi Caretaker adalah ilegal dan tidak memiliki dasar hukum organisasi. Kabupaten Bogor tidak sedang berada dalam keadaan darurat kepemudaan yang memerlukan Caretaker. Pemaksaan Musda ini justru mengancam stabilitas dan persatuan pemuda.” tutup Imam.
Melalui pernyataan bersama ini, Angkatan Muda Syarikat Islam di Kabupaten Bogor menunjukkan soliditasnya dan mengajak seluruh OKP lain untuk bersatu mendukung DPD KNPI Kabupaten Bogor yang sah demi menjaga kondusifitas dan marwah kepemudaan di Kabupaten Bogor.






