
Bogor, Kabarpemuda.com – Wakil Ketua GP. Ansor Kabupaten Bogor Bidang Organisasi, Imam Sunandar yang akrab di sapa Isun. Menanggapi polemik di tubuh KNPI Kabupaten Bogor, setelah adanya oknum yang mengatasnamakan caretaker KNPI Kabupaten Bogor Yang akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda).
Isun menyatakan, Gerakan Pemuda Ansor resmi menolak pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI yang diselenggarakan oleh caretaker KNPI Kabupaten Bogor, yang berdasarkan beberapa pertimbangan penting diantaranya.
Tidak sesuai mekanisme organisasi, dimana pelaksanaan Musda oleh caretaker dinilai tidak melalui tahapan dan mekanisme organisasi yang sah sebagaimana diatur dalam AD/ART KNPI.
“Proses pembentukan hingga pelaksanaan agenda cenderung tidak transparan dan mengabaikan keterlibatan OKP/PK secara menyeluruh,” ungkap Isun.
Dirinya pun mempertanyakan legitimasi Caretaker yang tidak melalui komunikasi serta konsultasi secara terbuka dengan OKP, PK, serta struktur KNPI tingkat daerah. Sehingga menimbulkan keraguan atas legalitas dan maksud pelaksanaannya.
“Dan adanya pelaksanaan Musda versi mereka ini berpotensi memecah belah pemuda. Karena pelaksanaan Musda secara sepihak berpotensi menciptakan dualisme dan konflik horizontal antar unsur pemuda, yang bertentangan dengan semangat konsolidasi dan persatuan,” ujarnya.
Terakhir, dirinya pun menilai jika pelaksanaan Musda yang diagendakan berlangsung di Villa Loji Nenek Cigombong itu mengabaikan prinsip demokrasi internal. Dimana Musda merupakan forum tertinggi organisasi yang semestinya menjunjung asas partisipatif, inklusif, dan demokratis. Namun, dalam proses ini terdapat indikasi kuat adanya pengabaian hak suara dan aspirasi OKP/PK yang sah.
“Kami berdiri pada satu prinsip: KNPI harus menjadi ruang persatuan pemuda, bukan arena konflik dan manipulasi politik. Oleh sebab itu, kami dengan tegas menolak Musda yang tidak sah dan tidak sesuai aturan,” pungkasnya.






